Apa Itu Strainer Pompa, lubang saring 1-5 mm, tekanan max 16 bar, suhu -10°C–120°C, sambungan flanged/threaded, mudah dibersihkan.Strainer pompa adalah salah satu komponen penting dalam sistem pompa yang sering kali kurang diperhatikan oleh banyak pengguna. Padahal, keberadaan strainer ini sangat krusial untuk menjaga performa pompa dan keawetan sistem secara keseluruhan.
Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu strainer pompa, fungsi dan manfaatnya, jenis-jenisnya, cara kerja, tips pemilihan, serta cara perawatan yang tepat. Dengan pemahaman mendalam ini, Anda bisa menjaga pompa Anda agar tetap awet dan optimal, menghindari kerusakan yang sering terjadi akibat kotoran dan partikel asing.

Apa Itu Strainer Pompa?
Strainer pompa adalah alat penyaring yang dipasang pada bagian masuk (inlet) pompa untuk menyaring partikel-partikel padat, kotoran, atau benda asing yang bisa masuk ke dalam pompa. Fungsinya adalah untuk melindungi impeller dan komponen pompa lainnya dari kerusakan yang disebabkan oleh benda asing tersebut.
Secara sederhana, strainer berfungsi seperti saringan pada saluran air. Ia menangkap benda-benda seperti pasir, daun, serabut, kerikil kecil, dan kotoran lainnya sebelum masuk ke pompa. Hal ini sangat penting terutama pada pompa yang mengambil air dari sumber terbuka seperti sumur, sungai, atau kolam.
Spesifikasi Strainer Pompa
Spesifikasi | Deskripsi |
---|---|
Tipe Strainer | Basket Strainer / Y-Strainer / T-Strainer / Foot Valve Strainer / Suction Strainer |
Material Body | Cast Iron (Besi Cor), Stainless Steel (SS304 / SS316), Bronze |
Material Keranjang | Stainless Steel (SS304 / SS316), Carbon Steel dengan coating anti karat |
Ukuran Lubang Saring (Mesh Size) | 0.5 mm – 5 mm (disesuaikan dengan kebutuhan penyaringan) |
Diameter Sambungan | DN 15 hingga DN 300 (1/2 inch sampai 12 inch) |
Tekanan Maksimum | 6 bar – 16 bar (tergantung tipe dan material) |
Suhu Operasi | -10°C hingga 120°C (bisa disesuaikan dengan material dan aplikasi) |
Metode Pemasangan | Flanged, Threaded (ulir), Welded |
Aplikasi | Sistem pompa air bersih, pompa air kotor, sistem irigasi, industri pengolahan air, HVAC |
Fitur Tambahan | Penutup mudah dibuka untuk pembersihan cepat, drain valve untuk pengeluaran kotoran |
Berat | Bervariasi, mulai dari 1 kg hingga puluhan kg tergantung ukuran dan material |
Kesesuaian Pompa | Cocok untuk pompa sentrifugal, pompa perpindahan positif, pompa submersible, dan lain-lain |
Fungsi Utama Strainer Pompa
Berikut ini fungsi utama strainer pompa:
- Melindungi Pompa dari Kerusakan
Strainer mencegah benda asing masuk ke dalam pompa, terutama impeller. Tanpa strainer, benda asing bisa menyebabkan goresan, aus, bahkan kerusakan fatal pada bagian dalam pompa. - Meningkatkan Umur Pakai Pompa
Dengan mencegah masuknya kotoran, pompa akan bekerja lebih optimal dan umurnya bisa bertahan lebih lama. - Mengurangi Risiko Terjadinya Penyumbatan
Benda-benda besar yang bisa menyumbat pompa akan ditahan oleh strainer sehingga aliran air tetap lancar. - Memastikan Kinerja Pompa Stabil
Pompa yang bebas dari kotoran bisa menjaga tekanan dan debit air tetap konsisten. - Menghemat Biaya Perawatan dan Perbaikan
Karena strainer menjaga pompa dari kerusakan, biaya servis dan penggantian suku cadang bisa diminimalkan.
Bagian dan Struktur Strainer Pompa
Strainer pompa biasanya terdiri dari:
- Keranjang Strainer (Strainer Basket)
Bagian utama yang berfungsi menyaring kotoran. Bentuknya seperti keranjang berlubang-lubang kecil dengan mesh atau lubang saring tertentu sesuai ukuran partikel yang ingin disaring. - Badan Strainer (Strainer Body)
Tempat keranjang strainer dipasang. Biasanya berbahan besi cor, stainless steel, atau bahan lain yang kuat dan tahan korosi. - Penutup Strainer (Strainer Cover)
Untuk menutup dan mengamankan keranjang strainer agar tidak keluar saat pompa beroperasi. - Saluran Masuk dan Keluar (Inlet & Outlet)
Tempat air masuk dan keluar setelah melalui proses penyaringan.
Jenis-Jenis Strainer Pompa
Ada beberapa jenis strainer pompa yang biasa digunakan, tergantung pada kebutuhan dan aplikasinya:
1. Strainer Basket (Keranjang)
Jenis ini yang paling umum, berbentuk keranjang berlubang. Digunakan pada berbagai jenis pompa, terutama pompa sentrifugal.
2. Y-Strainer
Bentuknya menyerupai huruf “Y”, biasanya dipasang pada pipa. Cocok untuk penyaringan partikel kecil dan pada sistem pipa tertutup.
3. T-Strainer
Mirip Y-Strainer, tapi bentuknya seperti huruf “T”. Biasanya digunakan pada sistem dengan ruang terbatas.
4. Foot Valve Strainer
Strainer yang langsung dipasang pada foot valve di ujung pipa hisap, terutama untuk pompa hisap dari sumur atau sumber air terbuka.
5. Suction Strainer
Strainer yang dipasang di sisi hisap pompa untuk mencegah masuknya benda besar dan melindungi pompa.
Cara Kerja Strainer Pompa
Prinsip kerja strainer sangat sederhana:
- Air atau cairan yang akan dipompa masuk ke dalam badan strainer melalui saluran masuk.
- Kemudian air melewati keranjang strainer yang memiliki lubang saring berukuran tertentu.
- Partikel padat dan benda asing yang ukurannya lebih besar dari lubang saring akan tertahan di dalam keranjang.
- Air bersih keluar dari saluran keluar strainer dan masuk ke dalam pompa untuk diproses lebih lanjut.
Karena benda asing tertahan di keranjang, maka keranjang perlu dibersihkan secara berkala agar aliran tidak tersumbat.
Manfaat Menggunakan Strainer Pompa
Penggunaan strainer pompa memberikan berbagai manfaat penting, seperti:
- Menghindari kerusakan impeller akibat masuknya partikel kasar.
- Menjaga efisiensi pompa agar tidak turun karena sumbatan atau gangguan aliran.
- Mempermudah perawatan karena kotoran terkumpul di satu tempat yang mudah dibersihkan.
- Mencegah downtime produksi akibat kerusakan pompa.
- Menjaga kualitas cairan yang dipompa tetap bersih dari partikel besar.

Informasi Kontak Supplier Strainer Nozzle di Indonesia 0813-3535-3290
Kapan dan Di Mana Harus Memasang Strainer Pompa?
Strainer pompa sangat direkomendasikan untuk dipasang terutama pada:
- Pompa yang mengambil air dari sumber terbuka seperti sumur, sungai, dan kolam.
- Pompa industri yang memproses cairan dengan kemungkinan kotoran seperti di industri kimia, minyak, dan air limbah.
- Sistem irigasi yang mengambil air dari sumber alami.
- Pompa pendingin mesin atau sistem HVAC untuk mencegah masuknya kotoran ke dalam sistem.
- Pompa kolam renang dan akuakultur agar air tetap bersih.
Tips Memilih Strainer Pompa yang Tepat
Memilih strainer pompa yang sesuai sangat penting untuk memastikan kinerja optimal. Berikut ini beberapa tips memilih strainer:
- Sesuaikan Ukuran Lubang Saring (Mesh Size)
Pilih ukuran lubang saring yang tepat sesuai dengan jenis partikel yang ingin disaring. Lubang terlalu kecil bisa menyebabkan penyumbatan lebih cepat, lubang terlalu besar kurang efektif menyaring. - Perhatikan Material Strainer
Pilih material yang tahan korosi dan kuat, seperti stainless steel untuk air yang mengandung zat korosif. - Kapasitas Aliran
Pastikan strainer mampu menampung volume aliran yang dibutuhkan agar tidak menghambat pompa. - Kemudahan Perawatan
Pilih desain strainer yang mudah dibuka dan dibersihkan tanpa harus membongkar seluruh sistem. - Kompatibilitas dengan Pompa
Pastikan ukuran sambungan (flange atau ulir) sesuai dengan pipa dan pompa yang digunakan.
Cara Merawat Strainer Pompa
Agar strainer pompa tetap optimal, perawatan rutin sangat diperlukan, antara lain:
- Pembersihan Berkala
Bersihkan keranjang strainer dari kotoran dan partikel yang tertahan secara rutin. Lama pembersihan tergantung tingkat kotor air yang disaring. - Cek Kerusakan Fisik
Periksa keranjang dan badan strainer dari karat, retak, atau kerusakan lain yang dapat mengganggu fungsi. - Penggantian Bagian yang Rusak
Segera ganti bagian strainer yang sudah aus atau rusak agar tidak merusak pompa. - Pemantauan Tekanan
Gunakan pressure gauge jika memungkinkan untuk memantau penurunan tekanan akibat penyumbatan strainer.
Kesalahan Umum Penggunaan Strainer Pompa
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dan harus dihindari:
- Tidak membersihkan strainer secara rutin sehingga menyebabkan penyumbatan dan menurunnya performa pompa.
- Menggunakan lubang saring yang terlalu kecil sehingga cepat tersumbat.
- Memasang strainer pada posisi yang salah atau menggunakan jenis strainer yang tidak sesuai.
- Mengabaikan kerusakan strainer yang berpotensi menyebabkan partikel masuk ke pompa.
Studi Kasus: Dampak Penggunaan Strainer pada Pompa Industri
Misalnya, pada pabrik pengolahan air limbah, penggunaan strainer yang tepat telah mengurangi downtime pompa hingga 40%. Hal ini karena strainer mampu menyaring limbah padat dan mencegah kerusakan impeller. Dengan perawatan rutin, umur pompa meningkat signifikan, menghemat biaya perbaikan.

Kesimpulan
Strainer pompa adalah komponen vital yang tidak boleh diabaikan dalam sistem pompa apapun. Dengan fungsinya menyaring benda asing dari cairan yang akan dipompa, strainer menjaga performa dan keawetan pompa, mengurangi risiko kerusakan, serta menurunkan biaya perawatan.
Memilih strainer yang tepat, memasangnya pada posisi yang benar, dan melakukan perawatan rutin adalah kunci agar sistem pompa Anda bekerja optimal dan tahan lama.